Selasa, 03 Mei 2022

Al-Mizan Ash-Sharfi Fi'il Tsulatsi Mujarrad | Fa'ala - Yaf'ulu

Al-Mizan Ash-Sharfi Fi'il Tsulatsi Mujarrad | Fa'ala - Yaf'ulu

 


الميزان الصّرفي الثّلاثي المجرّد (Mizan sharfi tsulatsi mujarrad)

Kita akan mengetahui wazan-wazan fi'il tsulatsi mujarrad secara bertahap, yaitu dimulai dari bab satu yaitu فَعَلَ - يَفْعُلُ (fa'ala - yaf'ulu).

Setelah mengetahui pola-polanya, mulai dari fi'il madhi, fi'il mudhari, dan seterusnya, kita akan lebih mudah menghafalnya.

Tips agar hafal tashrif istilahi 

1. Mengenal wazannya beserta pola perubahannya.

2. Baca berulang kali poin nomor 1.

3. Setelah mengetahui tashrif mulai dari فَعَلَ sampai akhir, perbanyak latihan tashrif pada fi'il yang berpola fa'ala - yaf'ulu seperti دَخَلَ - يَدْخُلُ (dakhala - yadkhulu).

4. Tambahan tips dari saya, karena saya lebih hafal dengan cara seperti ini, yaitu menuliskan contoh-contoh fi'il dan tashrif istilahi lengkapnya di kertas berulang-ulang.

Langsung saja masuk ke pembahasan inti yaitu tabel tashrif istilahi fi'il tsulatsi mujarrad bab satu yaitu fa'ala - yaf'ulu.


Tashrif istilahi bab fa'ala - yaf'ulu (فَعَلَ - يَفْعُلُ)


Berikut adalah tabel tahsrif istilahi fa'ala - yaf'ulu


tabel tashrif istilahi tsulatsi mujarrad fa'ala - yaf'ulu

(Klik gambar untuk memperbesar)


Untuk memudahkan, saya tulis ulang di bawah ini.


المَاضِي المَعْلُوم  : فَعَلَ

المُضَارِع المَعْلُوم : يَفْعُلُ

المَصْدَر : فَعْلاً

اسْمُ الفَاعِل : فَاعِلٌ

اسْمُ المَفْعُول : مَفْعُولٌ

فِعْلُ الأَمْر : اُفْعُلْ

الفِعْل النَهي : لاَ تَفْعُلْ

اسْمُ الزَّمَان / اسْمُ المَكَان / مَصْدَر المِيم :  مَفْعَلٌ

اسْم الآلَة : مِفْعَلٌ

المَاضِي المَجْهُول  : فُعِلَ

المُضَارِع المَجْهُول : يُفْعَلُ


5 contoh fi'il yang termasuk dalam bab fa'ala - yaf'ulu


1. رَزَقَ - يَرْزُقُ  (razaqa - yarzuqu) = memberi rezeki

2. دَخَلَ - يَدْخُلُ  (dakhala - yadkhulu) = masuk

3. خَرَجَ - يَخْرُجُ (kharaja - yakhruju) = keluar

4. كَتَبَ - يَكْتُبُ (kataba - yaktubu) = menulis

5. دَرَسَ - يَدْرُسُ (darasa - yadrusu) = belajar 


Latihan tashrif istilahi bab fa'ala - yaf'ulu

Dalam latihan ini, saya mengambil salah satu contoh fi'il yang masuk pada bab pertama ini (فَعَلَ - يَفْعُلُ), yaitu نَصَرَ - يَنْصُرُ (nashara - yanshuru) yang artinya menolong.


المَاضِي المَعْلُوم  : نَصَرَ

المُضَارِع المَعْلُوم : يَنْصُرُ

المَصْدَر : نَصْرًا

اسْمُ الفَاعِل : نَاصِرٌ

اسْمُ المَفْعُول : مَنْصُورٌ

فِعْلُ الأَمْر : انْصُرْ

الفِعْل النَهي : لاَ تَنْصُرْ

اسْمُ الزَّمَان / اسْمُ المَكَان / مَصْدَر المِيم :  مَنْصَرٌ

اسْم الآلَة : مِنْصَرٌ

المَاضِي المَجْهُول  : نُصِرَ

المُضَارِع المَجْهُول : يُنْصَرُ


Jika kita telah hafal urutannya, mulai dari fi'il madhi ma'lum, fi'il mudhari ma'lum, mashdar, isim fa'il, isim maf'ul, fi'il amr, fi'il nahyi, isim zaman/makan/ mashdar mimi, isim alat, fi'il madhi majhul, fi'il mudhari majhul, maka dalam rangka menghafal, sobat bisa menulis langsung dalam bentuk horisontal seperti di bawah ini.

نَصَرَ - يَنْصُرُ - نَصْرًا - نَاصِرٌ - مَنْصُورٌ - انْصُرْ - لاَ تَنْصُرْ - مَنْصَرٌ - مِنْصَرٌ - نُصِرَ  - يُنْصَرُ

nashara - yanshuru - nashran - naashirun - manshuurun - unshur - laa tanshur - mansharan - minsharun - nushira - yunsharu


Di atas adalah contoh fi'il yang shahih, saya akan lanjutkan dengan contoh fi'il mudha'af, fi'il ajwaf waw, dan fi'il naqish waw.


3 contoh fi'il mudha'af yang termasuk dalam bab fa'ala - yaf'ulu


1. مَدَّ - يَمُدُّ (madda - yamuddu) = memanjang, meluas

2. دَقَّ - يَدُقُّ (daqqa - yaduqqu) = mengetuk

3. رَدَّ - يَرُدُّ (radda - yaruddu) = menolak; mengembalikan; menanggapi


Contoh tashrif istilahi bab fa'ala - yaf'ulu untuk fi'il mudhaa'af

مَدَّ - يَمُدُّ - مَدًّا - مَادٌّ - مَمْدُودٌ - مُدَّ - لاَ تَمُدَّ - مَمَدٌّ - مِمَدٌّ - مُدَّ - يُمَدُّ


3 contoh fi'il ajwaf waw (أجوف الواوي) yang termasuk dalam bab fa'ala - yaf'ulu

1. صَامَ - يَصُومُ (shaama - yashuumu) = berpuasa

2. قَالَ - يَقُولُ (qaala - yaquulu) = berkata

3. جَازَ - يَجُوزُ (jaaza - yajuuzu) = boleh


Contoh tashrif istilahi bab fa'ala yaf'ulu untuk fi'il ajwaf waw

صَانَ - يَصُونُ - صَوْنًا - صَائِنٌ - مَصُونٌ - صُنْ - لاَ تَصُنْ - مَصَانٌ - مِصْوَنٌ - صِينَ - يُصَانُ

Shaana - yashuunu = menjaga


3 contoh fi'il naqish waw (ناقص الواوي)  yang termasuk dalam bab fa'ala - yaf'ulu


1. دَعَا - يَدْعُو (da'aa - yad'uu) = menyeru; berdoa

2. تَلاَ - يَتْلُو (talaa - yatluu) = membaca

3. رَجَا - يَرْجُو (rajaa - yarjuu) = berharap


Contoh tashrif istilahi bab fa'ala - yaf'ulu untuk fi'il naqish waw

غَزَا - يَغْزُو - غَزْوًا - غَازٍ - مَغْزُوٌّ - اُغْزُ - لاَ تَغْزُ - مَغْزًى - مِغْزًى - غُزِيَ - يُغْزَى

ghazaa - yaghzuu = menyerbu


Demikian tashrif istilahi bab satu, in sya Allah kita lanjutkan dengan bab kedua pada postingan blog selanjutnya.


============================

Pelajaran yang terkait dengan mizan sharfi ini adalah :














Jika sobat bersabar membaca 12 materi di atas, in syaa Allah sobat akan hafal dan mempunyai pemahaman yang kuat atas materi mizan sharfi bab satu ini.

Mengapa sebaiknya sobat membaca materi di atas, karena materi ini terkait erat satu sama lain, sehingga jika sobat memahami materi yang saling berkaitan tersebut, maka pemahaman sobat akan lebih kuat.


Tashrif Lughawi Fi'il Madhi:

Tashrif Lughawi Fi'il Madhi: 

Tabel dan contoh tashrif lengkap fi'il madhi


Contoh fi'il yang berpola fa'ala ( فَعَلَ  ) 
yang dijelaskan pada pelajaran tersebut adalah ذَهَبَ (dzahaba).

tashrif fi'il madhi lengkap untuk 
fi'il yang berpola فَعِلَ (fa'ila) dan 
fi'il yang berpola فَعُلَ (fa'ula).

Contoh fi'il lain yang berpola فَعَلَ  (fa'ala):

كَفَرَ (kafara) yang artinya menolak, ingkar, kufur.

نَظَرَ (nazhara) yang artinya melihat.

دَخَلَ (dakhala) yang artinya masuk.


Contoh fi'il yang berpola فَعِلَ  (fa'ila) :

سَمِعَ (sami'a) artinya adalah mendengar.

شَرِبَ (syariba) artinya adalah minum.

حَزِنَ (hazina) artinya adalah bersedih.


Contoh fi'il yang berpola فَعُلَ (fa'ula) :

كَرُمَ (karuma) artinya pemurah.

بَعُدَ (ba'uda) artinya menjadi jauh.

حَسُنَ (hasuna) artinya baik.


Tashrif Lughawi Fi'il Madhi untuk fi'il berpola فَعَلَ (fa'ala)

a. مذكر غائب (mudzakkar ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk laki-laki.

هُوَ = فَعَلَ 

هُمَا = فَعَلاَ

هُمْ = فَعَلُوْا 

b. مؤنث غائب (muannats ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk perempuan.

هِيَ = فَعَلَتْ 

هُمَا = فَعَلَتَا 

هُنَّ = فَعَلْنَ

c. مذكر  مخاطب (mudzakkar mukhaatab) = kata ganti orang kedua laki-laki.

اَنْتَ = فَعَلْتَ 

أَنْتُمَا = فَعَلْتُمَا 

أَنْتُمْ = فَعَلْتُمْ 

d. مؤنث مخاطب (muannats mukhaatab) = kata ganti orang kedua perempuan.

أَنْتِ = فَعَلْتِ 

أَنْتُمَا  = فَعَلْتُمَا

أَنْتُنَّ = فَعَلْتُنَّ 

e. متكلّم = orang pertama (untuk laki-laki dan perempuan).

أَنَا = فَعَلْتُ 

نَحْنُ = فَعَلْنَا 


Tashrif Lughawi fi'il madhi untuk fi'il yang berpola فَعِلَ (fa'ila)

14 tashrif fiil madhi lengkap


Untuk fi'il yang berpola fa'ila, saya akan ambil contoh fi'il سَمِعَ (sami'a).

a. مذكر غائب (mudzakkar ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk laki-laki.

هُوَ = سَمِعَ  

هُمَا = سَمِعَا 

هُمْ = سَمِعُوْا  

b. مؤنث غائب (muannats ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk perempuan.

هِيَ = سَمِعَتْ  

هُمَا = سَمِعَتَا 

هُنَّ = سَمِعْنَ

c. مذكر  مخاطب (mudzakkar mukhaatab) = kata ganti orang kedua laki-laki.

اَنْتَ = سَمِعْتَ 

أَنْتُمَا = سَمِعْتُمَا 

أَنْتُمْ = سَمِعْتُمْ 

d. مؤنث مخاطب (muannats mukhaatab) = kata ganti orang kedua perempuan.

أَنْتِ = سَمِعْتِ 

أَنْتُمَا  = سَمِعْتُمَا

أَنْتُنَّ = سَمِعْتُنَّ 

e. متكلّم = orang pertama (untuk laki-laki dan perempuan).

أَنَا = سَمِعْتُ 

نَحْنُ = سَمِعْنَا 

Tashrif Lughawi fi'il madhi untuk kata kerja berpola fa'ula (فَعُلَ)

tabel 14 tashrif lughawi fi'il madhi secara lengkap


Contoh kata kerja yang mempunyai pola فَعُلَ (fa'ula) adalah بَعُدَ (ba'uda)

Tashrif lughawi dari fi'il بَعُدَ  (ba'uda) adalah:

a. مذكر غائب (mudzakkar ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk laki-laki.

هُوَ = بَعُدَ   

هُمَا = بَعُدَا 

هُمْ = بَعُدُوْا  

b. مؤنث غائب (muannats ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk perempuan.

هِيَ = بَعُدَتْ  

هُمَا = بَعُدَتَا 

هُنَّ = بَعُدْنَ

c. مذكر  مخاطب (mudzakkar mukhaatab) = kata ganti orang kedua laki-laki.

اَنْتَ = بَعُدْتَ 

أَنْتُمَا = بَعُدْتُمَا 

أَنْتُمْ = بَعُدْتُمْ 

d. مؤنث مخاطب (muannats mukhaatab) = kata ganti orang kedua perempuan.

أَنْتِ = بَعُدْتِ 

أَنْتُمَا  = سَمِعْتُمَا

أَنْتُنَّ = بَعُدْتُنِّ 

e. متكلّم = orang pertama (untuk laki-laki dan perempuan).

أَنَا = بَعُدْتُ 

نَحْنُ = بَعُدْنَا 

Itulah 14 tashrif lughawi fi'il madhi, yang jumlahnya sejumlah dengan jumlah isim dhamir (14). Contoh fi'il madhi yang ditashrif dan contoh tabel tashrif fi'il madhi lengkap.

Kesimpulan tentang fi'il madhi

1. Fi'il madhi adalah fi'il yang menunjukkan suatu perbuatan yang terjadi pada masa lampau.
2. Fi'il madhi jika diilistrasikan ke bahasa Inggris adalah past tense.
3. Fi'il madhi terbagi menjadi dua, yaitu:
    a. Fi'il madhi ma'lum = bentuk aktif (kata kerja aktif), ma'lum artinya yang diketahui pelakunya.
    b. Fi'il madhi majhul = bentuk pasif, yaitu tidak diketahui pelakunya.
4. Fi'il madhi dapat ditashrifkan (tashrif lughawi) menjadi 14 pola, yaitu sesuai dengan jumlah isim dhamir yaitu empat belas.

wazan pa ala yap ulu

tashrif lughawi fi'il madhi dgn pola fa'ila

Senin, 02 Mei 2022

fi'il mudhari ( الفعل المضارع )


Adapun dalam tulisan ini, saya akan mendokumentasikan penjelasan lengkap tentang fi'il mudhari yang telah dipelajari dalam kitab muyassar (terjemahan). 
Lengkapnya adalah sebagai berikut:
  1. Definisi fi'il mudhari'
  2. Tanda fi'il mudhari'
  3. Pola fi'il mudhari'
  4. Pembagian fi'il mudhari'
  5. Tashrif fi'il mudhari

Definisi fi'il mudhari

Fi'il mudhari adalah fi'il (kata kerja) 
yang menunjukkan suatu perbuatan 
yang dilakukan pada masa sekarang 
dan yang dilakukan pada masa 
yang akan datang.

Jika dibandingkan dengan bahasa Inggris, 
fi'il mudhari ini sama dengan present tense (present continuous tense) dan future tense. 

Tanda fi'il mudhari

Fi'il mudhari diawali dengan salah satu 
huruf-huruf berikut ini: 

أ , ن , ي , ت 

Huruf-huruf di atas dinamakan 
huruf mudhara'ah (huruf penanda fi'il mudhari).


Pola fi'il mudhari

Pola fi'il mudhari berdasarkan 
pola fi'il madhinya 
terbagi menjadi 3 bagian, 
yaitu 
yang fi'il madhinya mempunyai pola فَعَلَ , 
yang kedua 
adalah yang fi'il madhinya berpola فَعِلَ , 
dan yang terakhir adalah 
fi'il madhi yang polanya فَعُلَ .

Saya ulang, 
fi'il madhinya masing-masing berpola 
fa'ala, 
fa'ila, dan 
fa'ula.

Yang perlu diperhatikan 
adalah kita mengetahui pola perubahan 
fi'il madhi ke fi'il mudhari dari kamus. 

Biasanya di kamus 
(contohnya kamus munawwir) ada petunjuknya dan di kamus munawwir biasanya hanya diberikan tanda harakat. 
Tanda harakat terletak setelah fi'il madhi.

Untuk tutorial cara menggunakan kamus bahasa Arab, misalnya untuk mengetahui arti kata atau mencari pola fi'il mudharinya atau mencari isim mashdarnya, 
dapat dilihat pada video di bawah:



Kesimpulan dari video cara menggunakan kamus bahasa Arab AlMunawwir adalah:

Untuk fi'il kata kerja, di dalam kamus tersebut hanya disebutkan fi'il madhi (untuk dhammir huwa), yang kedua adalah fi'il mudhari (namun hanya isyarat tanda harakatnya saja), dan yang terakhir adalah isim mashdarnya. Dan untuk penjelasan lengkap tentang macam-macam harakatnya lihat pada catatan di bawah.

Sekarang kita lanjutkan dengan pola fiil mudhari.

1. Fi'il madhinya berpola فَعَلَ (fa'ala)


Huruf kedua dari fa'ala adalah huruf ع (ain). Huruf ain ini berbaris fathah. Maka untuk huruf ain yang berbaris fathah, fi'il mudharinya terdiri dari 3 pola juga, yang huruf ainnya berbaris fathah, kasrah, dan dhammah.

Contoh:

A. Fi'il mudhari yang berbaris fathah

a. Fiil madhi فَتَحَ  (fataha)
Fi'il mudhari dari fataha  يَفْتَحُ (yaftahu)
Artinya fataha/yaftahu adalah membuka.

Keterangan:
Huruf ta pada fi'il madhi berbaris fathah, huruf ta pada fi'il mudhari juga berbaris fathah.

b. Fi'il madhi جَعَلَ (ja'ala)
Fi'il mudhari dari ja'ala adalah يَجْعَلُ (yaj'alu).
Artinya ja'ala/yaj'alu adalah membuat.

Huruf ain pada fi'il madhi berharakat fathat, huruf ain pada fi'il mudhari juga berharakat fathah.

c. Fi'il madhi مَسَحَ (masaha)
Fi'il mudhari dari masaha adalah يَمْسَحُ (yamsahu).
Arti masaha/yamsahu adalah menyapu/membersihkan.

Huruf sin pada fi'il madhi harakatnya fathah, huruf sin pada fi'il mudhari juga harakatnya fathah.

B. Fi'il mudhari yang berbaris kasrah

a. Fi'il madhi ضَرَبَ (dharaba)
Fi'il mudhari dharaba adalah يَضْرِبُ (yadhribu)
Arti dharaba/yadhribu adalah memukul.

Huruf ra pada fi'il madhi berharakat fathah, huruf ra pada fi'il mudhari berharakat kasrah.

b. Fi'il madhi كَسَبَ (kasaba)
Fi'il mudhari dari kasaba adalah يَكْسِبُ  (yaksibu)
Arti kasaba/yaksibu adalah mendapatkan.

Huruf sin pada fi'il madhi adalah fathah sedangkan huruf sin pada fi'il mudhari adalah kasrah.

c. Fi'il madhi عَرَفَ ('arafa)
Fi'il mudhari dari 'arafa adalah يَعْرِفُ (ya'rifu)
Arti 'arafa/ya'rifu adalah mengenal.

Huruf ra fi'il madhi fathah, huruf ra fi'il mudhari kasrah.

C. Fi'il mudhari yang berbaris dhammah

a. Fi'il madhi نَصَرَ (nashara)
Fi'il mudhari dari nashara adalah يَنْصُرُ (yanshuru).
Arti nashara/yanshuru adalah menolong.

Huruf shad pada fi'il madhi itu fathah, pada fi'il mudhari dhammah.

b. Fi'il madhi تَرَكَ (taraka)
Fi'il mudhari dari taraka adalah يَتْرُكُ (yatruku)
Arti taraka/yatruku adalah meninggalkan.

Huruf ra di fi'il madhi fathah, sedangkan di fi'il mudhari dhammah.

c. Fi'il madhi عَرَجَ ('araja)
Fi'il mudhari dari 'araja adalah يَعْرُجُ (ya'ruju)
Arti 'araja/ya'ruju adalah naik.

Huruf ra di fi'il madhi fathah, di fi'il mudhari dhammah.

2. Fi'il madhinya berpola فَعِلَ (fa'ila)

Untuk fi'il madhi yang ain nya berharakat kasrah, fi'il mudharinya terbagi dua, yaitu yang huruf ainnya berharakat fathah dan kasrah.

Contoh:

A. Fi'il mudhari yang berbaris fathah

a. Fi'il madhinya سَمِعَ (sami'a)
Fi'il mudhari dari sami'a adalah  يَسْمَعُ (yasma'u)
Arti sami'a/yasma'u adalah mendengar.

Huruf mim pada fi'il madhi berharakat kasrah, huruf mim pada fi'il mudhari berharakat fathah.

b. Fi'il madhi شَرِبَ (syariba)
Fi'il mudhari dari syariba adalah يِشْرَبُ (yasyrabu)
Arti syariba/yasyrabu adalah minum.

Huruf ra pada fi'il madhi kasrah, dan huruf ra pada fi'il mudhari fathah.

c. Fi'il madhi عَلِمَ ('alima)
Fi'il mudhari dari 'alima adalah بَعْلَمُ (ya'lamu)
Arti 'alima/ya'lamu adalah mengetahui/tahu.

Huruf lam pada fi'il madhi bertanda kasrah, dan huruf lam pada fi'il mudhari bertanda fathah. 

B. Fi'il mudhari yang berbaris kasrah

Fi'il madhi حَسِبَ (hasiba)
Fi'il mudhari dari hasiba adalah يَحْسِبُ (yahsibu)
Arti hasiba/yahsibu adalah berpikir, menyangka, mempertimbangkan

Huruf sin pada fi'il madhi bertanda kasrah, huruf yang sama pada fi'il mudhari bertanda kasrah.

3. Fi'il madhi yang berpola فَعُلَ (fa'ula)

Huruf ain berharakat dhammah, fi'il mudharinya berbaris dhammah.

Contoh:

a. fi'il madhi حَسُنَ (hasuna)
Fi'il mudharinya hasuna adalah يَحْسُنُ (yahsunu)
Arti hasuna/yahsunu adalah baik.

Huruf sin berharakat dhammah, pada fi'il mudhari juga berharakat dhammah.

b. Fi'il madhi بَعُدَ (ba'uda)
Fi'il mudharinya ba'uda adalah  يَبْعُدُ (yab'udu)
Arti ba'uda/yab'udu adalah jauh.

Huruf 'ain berharakat dhammah, pada fi'il mudhari juga berharakat dhammah. 

c. Fi'il madhi قَرُبَ (qaruba)
Fi'il mudharinya dari qaruba adalah  يَقْرُبُ (yaqrubu)
Arti qaruba/yaqrubu adalah dekat.

Huruf ra pada fi'il madhi berharakat dhammah, huruf ra pada fi'il mudhari berharakat dhammah.

Pembagian fi'il mudhari

Dilihat dari huruf terakhirnya, fi'il mudhari terbagi menjadi tiga, yaitu:

1. Berakhiran huruf shahih (akhirnya huruf selain huruf illat).

Contoh: 
يَاْكُلُ (ya'kulu) artinya makan, يَسْجُدُ (yasjudu) artinya sujud.

2. Berakhiran huruf illat, yaitu fi'il mudhari yang huruf akhirnya ى/ا , ي , و 

Contoh: 
يَنْهَى (yanhaa) artinya melarang.
يَرْضَى (yardhaa) artinya ridha.
يَدْعُو (yad'uu) artinya memanggil, menyeru, berdoa.
يَرْمِي (yarmii) artinya melempar.

3. أَفْعَالُ الخَمْسَةِ (af'alul khamsah) atau fi'il yang lima. Maksudnya adalah fi'il mudhari yang akhir hurufnya adalah nun ( ن )
yaitu yang polanya adalah:

يَفْعَلاَنِ
تَفْعَلاَنِ
يَفْعَلُوْنَ
تَفْعَلُوْنَ
تَفْعَلِيْنَ

atau yaf'alaani, taf'alaani, yaf'aluuna, taf'aluuna, taf'aliina.

Tashrif Lughawi fi'il mudhari

a. مذكر غائب (mudzakkar ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk laki-laki.

هُوَ = يَفْعَلُ 

هُمَا = يَفْعَلَانِ

هُمْ = يَفْعَلُوْنَ 

b. مؤنث غائب (muannats ghaaib) atau kata ganti orang ketiga untuk perempuan.

هِيَ = تَفْعَلُ 

هُمَا = تَفْعَلاَنِ 

هُنَّ = يَفْعَلْنَ

c. مذكر  مخاطب (mudzakkar mukhaatab) = kata ganti orang kedua laki-laki.

اَنْتَ = تَفْعَلُ 

أَنْتُمَا = تَفْعَلاَنِ 

أَنْتُمْ = تَفْعَلُوْنَ 

d. مؤنث مخاطب (muannats mukhaatab) = kata ganti orang kedua perempuan.

أَنْتِ = تَفْعَلِيْنَ 

أَنْتُمَا  = تَفْعَلاَنِ

أَنْتُنَّ = تَفْعَلْنَ 

e. متكلّم = orang pertama (untuk laki-laki dan perempuan).

أَنَا = أَفْعَلُ 

نَحْنُ = نَفْعَلُ

Untuk memudahkan menghafal, saya buatkan catatan dalam bentuk tabel, yaitu berupa gambar tabel tashrif fi'il mudhari di bawah ini.



Itulah penjelasan lengkap tentang fi'il mudhari, terutama tashrif lughawi fi'il mudhari. 

Penulisan Insya Allah

Penulisan Insya Allah

Beberapa waktu yang lalu sempat ramai diperbincangkan di kalangan Ikhwah tentang broadcast yang konon katanya berasal dari DR. Zakir Naik, tentang “kesalahan penulisan” Insya Allah yang seharusnya menurut broadcast tersebut ditulis Insha Allah. Benarkah?

Inilah broadcast yang menjadi polemik itu.

Mari kita bahas….

Insya Allah dalam bahasa Indonesia diartikan “Jika Allah menghendaki.”
Penulisan dalam bahasa arabnya adalah:
إِنْ شَاءَ اللهُ

Di eja per kata dengan “In Syaa-a Allaah” atau disambung menjadi “In syaa-allaah”
Kalimat ini terdiri dari beberapa susunan yaitu Huruf In, kemudian Fi’il Madhi Syaa-a dan Lafzhul Jalalah Allah. Artinya per Kata:
In = Jika
Syaa-a = menghendaki

Penulisan dalam bentuk latin tentu menyesuaikan dengan transliterasi pada bahasa dan tempatnya masing-masing, untuk bahasa Indonesia sering di tulis dengan Tulisan “Insya Allah”, penulisan insyaallah juga bisa dikatakan benar, karena esensinya makna tulisan yang dimaksudkan adalah tulisan arab di atas.

Oleh sebab itu beredarnya broadcast di media sosial yang disandarkan kepada Syaikh Zakir Naik dimana beliau menyalahkan tulisan “Insya Allah”, seharusnya “In Sha Allah” maka perlu di tinjau ulang, setidaknya ada dua alasan:

  1. Dalam bahasa Indonesia sudah sangat terkenal transliterasi syin dengan sy bukan sh sebagaimana dalam bahasa inggris.
  2. Penulisan Insya Allah, sendiri sudah sangat dikenal maksudnya adalah:
    إِنْ شَاءَ اللهُ
    Bukan إِنْشَاءَ اللهُ
    yang berarti menciptakan Allah seperti yang dipermasalahkan pada broadcast tersebut

Jadi pernyataan yang menyalahkan orang yang menulis Insya Allah malah sebenarnya kurang tepat, justru penulisan inilah yang dijadikan standar di dalam bahasa kita bahasa Indonesia.

Penulisan In Syaa Allah bisa jadi merupakan penulisan yang lebih selamat untuk keluar dari perselisihan.

Perlu juga dijadikan catatan bahwa belum tentu juga broadcast tersebut benar-benar bersumber dari DR. Zakir Naik.
Perlu tabayyun sebelum kita menyebarkan atau share informasi di media sosial.

Semoga bermanfaat dan menambah motivasi kita untuk mempelajari Bahasa Arab.

والله أعلم

Penulis : Ustadz Kurnia Lirahmat (Musyrif Aam Pesantren MAQI)

5 Macam Isim yang Mabni




5 Macam Isim yang Mabni


 
Saya mendokumentasikan pelajaran isim yang mu'rab (kata benda yang dapat berubah baris akhirnya 
yang disebabkan masuknya 'amil atau karena pengaruh jabatan pada struktur kalimat). 
Lihat pelajaran i'rab 
pada isim yang lampau.

Pada dokumentasi kali ini, saya menuliskan tentang isim yang mabni atau 
isim yang tidak dapat berubah baris akhirnya walau jabatan pada struktur kalimat berubah.

Macam-macam isim 
yang mabni
Terdapat 5 jenis isim 
yang mabni 
(isim yang tetap 
alias tidak berubah baris akhirnya), 

yaitu:


 
Isim dhamir ( إسم الضمير )
Isim isyarah ( إسم الإشارة )
Isim maushul ( إسم الموصول )
Isim istifham ( إسم الإستفهام )
Isim syarat ( إسم الشرط )

Arti dan contoh 
dari 5 macam isim 
di atas:

1. 
Isim dhamir 
artinya kata ganti orang, 

contohnya: 
a. 
Kata ganti orang kesatu: 
أَنَا
(anaa) artinya saya.
نَحْنُ
(nahnu) artinya kami.

b. 
Kata ganti orang kedua:
أَنْتَ
(anta) artinya kamu 
(untuk laki-laki).
أَنْتِ
 (anti) artinya kamu 
(untuk perempuan).
أَنْتُمْ
(antum) artinya kalian 
(untuk laki-laki).
أَنْتُنَّ
(antunna) artinya kalian (untuk perempuan).
أَنْتُمَا
(antumaa) artinya kalian berdua 
(untuk laki-laki dan perempuan).

c. 
Kata ganti orang ketiga.
هُوَ
(huwa) artinya dia 
(untuk laki-laki).
هِيَ
(hiya) artinya dia 
(untuk perempuan).
هُمْ
(hum) artinya mereka 
(untuk laki-laki).
هُنَّ
(hunna) artinya mereka (untuk perempuan).
هُمَا
(humaa) artinya mereka berdua 
(untuk laki-laki dan perempuan).

Catatan:

Orang pertama disebut mutakallim ( متكلم ).

Orang kedua disebut mukhaathab ( مخاطب )

Orang ketiga disebut 
ghaaib ( غائب ).

2. 
Isim isyarah 
artinya adalah kata tunjuk, yaitu:
هَذّا
(haadza) artinya ini 
(untuk laki-laki)
هَذِهِ
(hadzihi) artinya ini 
(untuk perempuan)
هَؤُلاَءِ
(ha-u-laa-i) artinya ini semua (untuk laki-laki dan perempuan)


ذَلِكَ
(dzalika) artinya itu 
(untuk laki-laki)
تِلْكَ
(tilka) artinya itu 
(untuk perempuan).
أُولئِكَ
(u-laa-i-ka) artinya itu semua (untuk laki-laki dan perempuan).


3. 
Isim maushul 
adalah kata penghubung, yaitu:
الَّذِى
(alladzi) artinya yang 
(untuk laki-laki)
الذِيْنَ
(alladziina) artinya mereka yang (untuk laki-laki)

الَّتِى
(allatii) artinya yang 
(untuk perempuan).
اللاَّتِى atau اللآَّئِى
 ( allaatii atau allaa-ii) artinya mereka yang 
(untuk perempuan).

4. 
Isim istifham 
adalah isim yang digunakan sebagai kata tanya, misalnya:
مَنْ
(man) artinya siapa.
كَيْفَ
(kaifa) artinya bagaimana.
أَيْنَ
(aina) artinya mana
كَمْ
(kam) artinya berapa.
مَتَى
(mataa) artinya kapan.
هَلْ
(hal) artinya apakah.
مَا
(maa) artinya apakah.

5. 
Isim syarat 
adalah isim yang memerlukan jawab syarat
مَنْ , مَتَى , مَا , مَهْمَا
مَهْمَا
(mahmaa) artinya bagaimana saja. 

Kesimpulan
Ada 5 jenis isim 
yang walaupun jabatannya pada struktur kalimat (sebagai subjek, predikat, objek) berubah, 
isim tersebut mempunyai baris akhir yang tetap 
alias 
tidak berubah.

Contoh 
dari isim mu'rab:


رَجُلٌ
(rajulun) artinya adalah pemuda. 
Baris akhirnya adalah dhammah.

a. 
Rajulun yang berbaris akhir dhammah, 
contohnya :
جَا ءَ رَجُلٌ
(jaa-a rajulun) artinya Pemuda itu telah datang.

Rajulun itu mufrad 
(kata benda tunggal).
Baris akhirnya dhammah 
= marfu'.
Dia marfu' karena jabatannya pada struktur kalimat sebagai Subjek.

b. 
Rajulun yang berbaris akhir fathah, 
contohnya:
رَأَيْتُ رَجُلاً
(ra-aitu rajulan) artinya 
Aku melihat seorang pemuda.

Baris akhirnya fathah 
= manshub.
Dia manshub karena jabatannya pada struktur kalimat sebagai Objek.

c. 
Rajulun yang berbaris akhir kasrah, 
contohnya:
مَرَرْتُ بِرَجُلٍ
(marartu birajulin) artinya Saya telah pergi bersama seorang pemuda.

Baris akhirnya kasrah 
= majrur.
Dia majrur karena masuknya 'amil (didahului oleh huruf jar).


Contoh 
dari 
isim mabni:

a. 
Hadza sebagai subjek 
= قَالَ هَذَا
(qaala haadzaa) , 
baris akhirnya tetap fathah.

b. 
Hadza sebagai objek 
= رَأَيْتُ هَذَا
(ra-aitu haadzaa), 
baris akhirnya tetap fathah.

c. 
Hadza yang didahului oleh huruf jar 
= مَرَرْتُ بِهَذَا
(marartu bi haadzaa), 
baris akhirnya tetap fathah.

Jadi isim mabni itu 
baris akhirnya tetap 
(tidak berubah) 
walaupun jabatan pada kalimat berubah, 
dan baris akhirnya tetap walaupun masuknya 'amil (seperti didahului huruf jar).


 

اهْدِنِيْ
carilah kosa kata bahasa arab bentuk kata kerja التَّحِيَّاتُ 
di belakang rumah
 الْمُبَارَكَاتُ
kata koro'a, yakro'u dimasukkan dgn mufrot dan ililjam'i muriikhun
 الصَّلَوَاتُ